Pendakian Gunung Sumbing Via Bowongso

The mountain are calling and i must go, mungkin itulah kata2 yang tepat ketika gunung sumbing memanggil hehhee.. Ini perjalanan cuman 3 personil, Saya, Ahmad dan Fajrul .. tanpa bertele-tele cerita, langsunglah menuju terminal (Cicaheum-Bandung)
Gunung Sumbing Via Bowongso
Perjalanan di mulai dari bandung dengan menggunakan bus sinar jaya jurusan Bandung - Wonosobo, kami kebagian bus terakhir pada hari itu sekitar pukul 19.00, tiketnya cuman 70rb (tanpa makan).

Sekitar jam 4 subuh kami sudah sampai di terminal mendolo wonosobo, sampai sini juga kami masih berunding memilih antara jalur via banaran atau via bowongso, namun jawaban kami dapat ketika sedang sarapan gorengan di sebuah sudut terminal, akhirnya kami memilih jalur via bowongso dengan beberapa pertimbangan dan hasil musyawarah tanpa ada paksaan..

Sebetulnya di terminal mendolo banyak sekali calo yang menawarkan jasanya untuk mengantarkan kami menuju basecamp gunung sumbing, namun yang mereka tawarkan kebanyakan adalah basecamp via garung, hal tersebut sangat bertengtangan dengan apa yang ingin kami tuju, alhasil kamipun menulusuri informasi tentang transportasi menuju basecamp bowongso di internet.  dan akhirnya kita dapat petunjuk !! yeahh....
Sindoro dari Terminal mendolo
Sekitar pukul 5 subuh kamipun bergegas keluar terminal, sesuai dengan informasi yang di dapat kami harus naik bus kecil ke arah timur menuju pasar kretek, diluar terminal sendiri sebetulnya banyak calo yang menawarkan jasanya, tapi tenang saja cukup kalian tolak dengan halus para calo tersebut tidak akan memaksa kok hehhe.. hingga tiba sebuah bus kecil datang dari arah barat, kamipun bergegas naik setelah mengkonfirmasi bahwa bus tersebut melewati pasar kretek, perjalanan tak sampai 10 menit kami sudah sampai di persimpangan pasar kretek, untuk ongkosnya sendiri kami membayar 3rb/orang, dari simpang kretek kami menuju pasar kretek untuk sekalian menambah logistik yang kurang, untuk lokasi pasarnya sendiri tepat berada di persimpangan kretek.

Jika kamu datang di pagi hari seperti kami, belilah logistik di pasar kretek, selain harganya yang sangat murah juga bahan makanan tersebut masih sangat segarr...
Setelah membeli bahan makanan, akhirnya kamipun bergegas mencari angkot warna pink, sebenarnya trayek angkot tersebut tidak sampai basecamp bowongso, melainkan hanya searah saja, alhasil kami harus membayar lebih, untuk bisa di antarkan menuju basecamp bowongso.. harganya sekitar 25rb/orang..

Angkot Pingky *cute
Di dalam angkot kami ber-barengan dengan para Ibu dan bapak2 yang sedang membawa belanjaan dari pasar, tidak ada rasa canggung dari mereka, malah kami diberi senyuman yang membuat suasana angkot semakin nyaman "unchhhhhhhh".. Setelah menurukan semua penumpang kecuali kami, akhirnya kamipun melanjutkan perjalann menuju basecamp bowongso, udara pagi itu sangat sejuk sekali di tambah pemandangan Gunung Sumbing yang sungguh sangat luar biasa.. *foto berbicara

Belanjaan Ibu dan Bapak
Menurunkan Para penumpang
Pemandangan Gunung Sumbing dari dalam angkot
Sektar pukul 7 pagi kami sampai di sebuah sekolah SD yang bagian sudut kelasnya sudah di rubah menjadi basecamp bowongso, di dalam basecamp hanya ada beberapa pendaki yang sedang beristirahat, kamipun beristirahat sejenak sekaligus mencari sarapan.

Suasa Basecamp Bowongso
Selepas sarapan sekitar jam 09.30, kami langsung ke tempat pendaftaran yang lokasinya masih berada di basecamp, dilihat dari daftar pendakian pagi itu memang belum ada yang mendaki, alhasil kamilah orang pertama yang menulis di buku pendakian (padahal sudah mau siang). Tiket pendakian sendiri sebesar 10rb/orang, tetapi kami di beri fasilitas berupa HT (Handy Talkie) untuk bisa berkomunikasi dengan pihak basecamp, wahh pokok'e juara lah ini basecamp bowongso.

Oh yah, Hampir semua jalur pendakian Gunung Sumbing ini terkenal dengan transportasi ojeknya dengan rute basecamp menuju Pos 1 ataupun Pos bayangan, nah gak afdol rasanya kalau naik gunung sumbing tetapi gak naik ojeknya,, walaupun nilai petualanganmu sedikit berkurang tapi percayalah kamu memiliki nilai moral sebagai tamu yang membantu ekonomi warga sekitar. kalau di bowongso sendiri rutenya basecamp sampai parkiran swadas.

Kami naik ojek sumbing ini hanya 15rb, dengan durasi 15 menit, yah kalau di pikir2 15rb gak sepadan dengan jarak dan jalan makadam yang harus di lalui motor, terlebih lagi sang supir harus menahan laju motornya agar tetap stabil, not easy...

Gojek Sumbing Via Bowongso
15 menit kemudian kami sampai di parkiran swadas, kalau jalan kaki sih bisa memakan waktu 2jam... di tambah treknya sendiri melewati perkebunan warga yang gak ada pepohonan, jadi kalau nekat pengen jalan disarankan jalan pagi hari atau sore hari yah, biar gak terkena sengatan matahari yang mencekam .. hehehe

Parkiran Swadas , Puncak Sumbing terlihat dari sini
Dari parkiran swadas kami berjalan menuju Gardu pandang, jalannya hampir sama seperti dari basecamp menuju parkiran swadas, namun disini pepohonan sudah banyak di jumpai, artinya makin ke atas makin sedikit perkebunan yang di garap oleh warga. 15 menit berjalan kamipun sampai di gardu pandang, gardu pandang sendiri berupa pondokan tepi jurang yang langsung menghadap pemandangan desa bowongso dan sekitarnya, view disini sangat bagus banget, terlebih waktu itu langsung ada gunung sindoro yang menyapa walau sedikit terhalang oleh kabut..
Pemandangan dari gardu pandang desa bowongso
Dari Gardu pandang menuju POS 1 jaraknya tidak terlalu jauh, nah dari sini pula vegetasi sudah mulai agak rapat, jalan menuju pos 1 sendiri masih enak untuk di pijak malah cenderung landai, sesampainya di POS 1 kami bersitirahat sejenak kembali menikmati udara sejuk disekitar. POS 1 ini namanya unik, namanya Taman Asmara dengan ketinggian 2050 mdpl..

Pos 1 taman Asmara 2050mdpl
Di POS 1 sendiri bisa mendirikan 2-3 tenda saja, selain itu kiri kanan masih terlihat perkebunan milik warga sekitar, artinya kita belum benar-benar masuk ke dalam hutan Gunung Sumbing, sekitar 10 menit beristirahat kamipun melanjutkan perjalanan menuju POS 2, nah mulailah dari sini trek agak sedikit menanjak, sepertinya jalur bowongso ini tidak banyak di lalui oleh pendaki, terlihat di beberapa jalur yang masih rapat dan tidak banyak di temui banyak sampah..

Sepanjang jalur pendakian gunung sumbing via bowongso
Sebelum menuju Pos 2, kami melewati camp plalangan, lokasinya landai dan tertutup oleh pepohonan, areanya cukup untuk mendirikan beberapa tenda, kami beristirahat sejenak disini karena tempatnya nyaman sekali..
Tak berapa lama kami melanjutkan perjalanan, ternyata setelah melewati camp plalangan vegetasi sudah mulai terbuka, panas matahari sudah mulai menusuk kulit dan trekpun lebih agak menanjak, kamipun menurunkan ritme berjalanan namun pasti..

Sekitar pukul 13.30 siang akhirnya kami sampai di bawah pos 2 yaitu tepatnya di sumber mata air, namun karena sedang musim kemarau alhasil sumber air tersebut mengalami kekeringan.
Pos 2 sendiri di tandai dengan adanya sebuah pohon di atas bukit, sebenernya areanya terbuka, lebih enak kalau nge camp di bawah Pos 2 atau dekat dengan sumber mata air, disana jauh lebih adem dikala siang hari karena banyak pepohonan yang rindang, namun nilai lebih dari Pos 2 ini adalah kita sudah bisa melihat lautan awan dan pemandangan gunung sindoro yang begitu cantik, di tambah pemandangan puncak sumbing dan sabananya yang begitu menakjubkan.. subhanallah......

Lokasinya dekat sumber mata air (masih banyak pepohonan rindang)
Pos 2 , areanya cukup terbuka, bisa menampung banyak tenda
Setelah puas menikmati suasana di pos 2 akhirnya kami memutuskan untuk lanjut jalan dan camp di pos terakhir yaitu Camp gajahan, dengan pertimbangan summit besok tidak terlalu jauh dari puncak gunung sumbing. Dari kejauhan camp gajahan ini sudah bisa terlihat dengan mata telanjang, namun butuh perjuangan untuk mencapainya, hamparan sabana yang indah menjadi teman perjalanan waktu itu,

Menuju Camp Gajahan

Sabana Gunung Sumbing Via Bowongso
Sekitar pukul 4 sore, tak terasa setelah melewati tanjakan demi tanjakan akhirnya kamipun tiba di camp gajahan. Camp gajahan ini areanya cukup luas, bisa menampung belasan tenda, namun yang harus di perhatikan adalah ketika sedang musim angin kencang sangat tidak di sarankan camp di area camp gajahan, karena areanya yang sangat terbuka, dijamin tenda bakalan bergoyang semalaman hihihih.. namun pemandangannya ajibbbbb... subhanallah deh pokoknya... Kami mencoba mengabadikannya dengan foto..

Puncak Gunung sumbing dari Camp Gajahan
Lautan awan gunung sumbing
Gunung sindoro dari Camp Gajahan
Hijau berubah menjadi kekuningan ketika senja perlahan mulai tenggelam
Senjapun berganti malam, Langit waktu itu sangat cerah, sehingga pada waktu ba'da isya pun sudah bisa melihat ribuan bintang di langit beserta pemandangan gunung sindoro, alhamdulillah di kasih rejeki...

Pemandangan Gunung sindoro dan hamparan bintang dari Camp Gajahan
Waktu itu hanya kami bertiga saja yang berada di camp gajahan, sepi dan sunyi sekali hingga teman saya si ahmad sesekali menyapa basecamp untuk sekedar menghangatkan suasana hahahahah..
HT kami nyalakan sambil sesekali mendengarkan komunikasi antara basecamp dan pendaki lain. ternyata ada beberapa pendaki yang sedang naik, namun sekitar pukul 10 malam, di kabarkan pula ada pendaki yang terkenal hypo dan segera pihak basecamp langsung menjemput pendaki tersebut. Memang sangat bermanfaat sekali HT ini, disaat keadaan sedang tidak baik kita bisa segera berkomunikasi dengan basecamp.. TOP dehh.....

Sekitar pukul 11 malam ada beberapa pendaki yang mulai berdatangan, sekitar 2 tenda, saya tidak sempat keluar mengajak ngobrol karena posisi sudah PW di dalam Sleeping Bag hehehe..

Summit Attack menuju Puncak !!
Pukul 03.30 kami bangun dan bergegas summit menuju puncak, sebelum summit biasanya saya pribadi membuat kopi terlebih dahulu sebagai ritual menghangatkan badan hehehe.. setelah persiapan selesai sekitar pukul 04.00 kami bergegas menuju puncak, perjalan di dominasi oleh hamparan ilalang khas sabana, namun semakin atas trek akan semakin menyiksa, dengkul dan nafas beradu cepatnya hingga kalahkan dinginnya suasana,,, kami tidak berjalan cepat, namun perlahan, hingga mentaripun sudah mulai sedikit keluar, padahal kami belum sampai puncak !!

Sunrise di perjalanan menuju puncak
Setelah melewati sabana yang PHP, trek berubah menjadi bebatuan melewati pinggir tebing, pokoknya semakin kejam, kami melewatkan sunrise di puncak, estimasi waktu kami salah besar !! hahahah, saking banyak php dan kejamnya trek saya jadi terpisah dengan ahmad dan fajrul, hingga akhirnya bertemu lagi di pertigaan jalur bowongso dan garung ..

Pertemuan antara Jalur bowongso dan Garung Menuju Puncak Rajawali

Pukul 07.00 kami baru sampai di Pertemuan jalur Garung dan Bowongso, pemandangan disini sangat lah indah, kita bisa melihat kawah gunung sumbing juga landscape pemandangan menghadap gunung sindoro... amazing lah ....

Kawah Gunung Sumbing atau jalur dari Via Banaran

Sekitar pukul 07.45 kami melanjutkan perjalanan ke puncak, namun pertama-pertama kita harus melewati tebing yang lumayan curam, ada beberapa pendaki yang langsung naik tebing tersebut dikarenakan tidak tau ada jalan melipir, nah jalur yang aman adalah dengan melipir menyusuri tebing tersebut. Setelah menaiki tebing tersebut kamipun harus turun tebing, awalnya kami ragu karena tebingnya sendiri hampir  90 derajat, akhirnya kami muter dulu mencari jalan namun hasilnya nihil, Jalan buntu !! malah pas kami sedang mencari jalan, jaket saya terjatuh ke dalam jurang karena nyangkut kena akar pohon, wkwkwk, untung saja jurangnya tidak terlalu dalam dan masih bisa tertolong, alhamdulillah..

Melipir agak ke kanan Menaiki Tebing, hati2 !!
Nah jalan yang benar itu turun melewati tebing yang 90 derajat tadi, ternyata ada tali yang ikat untuk bisa kami turun maupun naik, akhirnya kami memutuskan untuk turun, namun pas giliran si ahmad dia ragu untuk turun, akhirnya dengan hasil diskusi bersama saya dan fajrul meninggalkan ahmad untuk menuju puncak sumbing...

Background Puncak GUnung Sumbing Sebelum Turun Menggunakan tali
Menuruni Jurang menggunakan tali
Alhamdulillah, 08.30 kami sampai di Puncak Rajawali, puncak tertinggi di gunung sumbing, sebenarnya gunung sumbing ini memiliki banyak sekali puncak, namun di dominasi oleh tebing2 yang curam. nah untuk menuju puncak rajawali sendiri disarankan lewat via banaran, bowongso dan garung (itu sih yang saya tahu, kalau salah koreksi yah)..

Puncak Rajawali Gunung Sumbing (3371Mdpl)
Di puncak kami hanya foto2 sebentar lalu turun lagi, khawatir si ahmad menunggu terlalu lama..
Sekitar Pukul 09.30 akhirnya kami turun bersama menuju Camp Gajahan... Kebetulan persediaan air kami sudah habis sedari summit attack subuh tadi, yang tersisa hanya setengah botol "Aqua" 1,5 L, itupun di simpan di dalam tenda hehehe. Kami bertiga cukup kehausan karena cuaca yang sangat panas dan trek yang menyiksa, kamipun lantas turun pelan-pelan.
Camp Gajahan, cuman terlihat 3 tenda saja 
Waktu itu saya berinisiatif jalan duluan untuk segera sampai ke camp gajahan dan membuatkan cemilan, namun bergerak cepat bukanlah solusi yang tepat di tengah kehausan melanda, akhirnya sayapun mengalami dehidrasi berat, untungnya di tengah sabana ada satu pohon yang bisa dijadikan tempat berteduh, sayapun beristirahat untuk sekedar mengembalikan stamina, karena berjalan dalam kondisi dehidrasi di tengah sabana bukanlah hal yang mudah, beberapa menit kemudian datanglah 3 orang pendaki yang akan summit dan ikut berteduh di bawah pohon, sepertinya layaknya malaikat yang di kirim Tuhan sayapun mencoba mengemis-ngemis minta seteguk air, akhirnya mereka berbaik hati untuk berbagi air... ahhhhhh, syegar rasanya, semoga si ahmad dan fajrul bertemu 3 orang tadi....

Sekitar pukul 10.30 sayapun sudah sampai camp gajahan, langsung rebahan sebentar dan bergegas membuat cemilan pisang goreng. 30 menit berselang ahmad dan fajrulpun datang, kami semua beristirahat sejenak lalu bersiap2 packing...

Pukul 12.30 kami sudah beres packing, kabut-pun mulai dan menemani perjalanan turun hingga ke basecamp..
Singkat cerita, sekitar pukul 04.00 kami sudah sampai di basecamp, memang perjalanan turun lebih cepat daripada naik, bahkan bisa 3x lipat lebih cepat, terlebih dari parkiran swadas kami menggunakan ojek hihihiihihii..


Alhamdulillah sekitar pukul 18.30 saya memutuskan untuk balik ke bandung menggunakan Bus Budiman, sementara Ahmad dan Fajrul melanjutkan Perjalanannya menuju gunung Sindoro dan Slamet, Semangat kawan, thx for all a joy and good time... See u next time.....

Gunung Sindoro dari Basecamp Bowongso

Novi Sartika

We Are Crazy ^_^

No comments:

Post a Comment