Pendakian Gunung Merbabu Via Gancik

Duhhh rasanya udah lama banget gak nulis di blog ini.. Bukannya gak mau, cuman banyak kesibukan yang gak bisa di tinggalkan, seperti kerja, ngurus anak hingga nyuci baju.. resolusi 2019 semoga web ini bisa selalu memberikan manfaat untuk orang-orang yang mau backpackeran..

Hmmmmm... Rasanya banyak sekali cerita yang ingin aku bagi, nah kebetulan sekali aku sedang buka galeri foto2 di gunung merbabu, ingatanku kembali termpangpang jelas seperti layaknya puzzle yang sedang di pasang, ku buka kembali catatan kecil seperti rincian biaya yang biasa aku simpan sebagai arsip. memang seketika melihat galery foto saja membuatku rindu .. ahh merbabu....

Gunung Merbabu

Cerita ini sekitar 1 tahun yang lalu, trip ini beranggotakan 4 orang, 2 orang dari bandung dan 2 orang dari tanggerang, rencananya kami akan mendaki gunung merbabu via gancik, basecamp gancik sendiri bersebelahan dengan basecamp selo, oh yah perlu kalian ketahui, jalur gancik ini merupakan jalur ilegal alias bukan jalur resmi pendakian Taman Nasional lebih tepatnya jalur evakuasi, Desas desus berita beberapa pendaki yang mendaki gunung mebabu via gancik kena sweeping petugas di pos 3 dan di suruh turun karena tidak memiliki tiket resmi gunung merbabu. sebetulnya berita seperti ini membuat kami sedikit ragu untuk naik via gancik, namun karena penasaran dan berbekal pengalaman orang lain akhirnya kami sepakat menggunakan jalur via gancik ini. bismillah...

Dari Bandung saya dan azis naik kereta ekonomi kahuripan, lalu turun di stasiun Purwosari (Solo), untuk harga tiketnya sendiri kalian bisa cek langsung di Tiket Kereta Api. Sekitar jam 4 subuh kami sudah sampai di Solo, sementara itu 2 teman kami dari tanggerang mereka turun di stasiun solo balapan dan langsung menuju basecamp selo dengan mobil sewaan bersama pendaki lain yang akan menuju gunung merbabu via selo (istilahnya patungan).

Jalur Gancik & Selo Gunung Merbabu (sumber : mbah google)
Namun karena kami turun di stasiun purwosari dan pada saat itu tidak ada pendaki lain yang akan menuju gunung merbabu alhasil kami berdua harus nge teng hehehehe.. Setelah Sholat Subuh Sekitar jam 5, kami berdua berjalan kaki keluar stasiun lalu menuju arah barat, tepatnya menuju pertigaan simpang kerten, jaraknya kira2 dari stasiun menuju simpang kerten ini sekitar 600meteran, mayan sebagai pemanasan heheehe.. untungnya pas di simpang kerten kami tidak musti nunggu lama karena bus jurusan solo-semarang telah menanti kami, tujuannya adalah boyolali, jadi bilang saja ke kernetnya mau turun di perempatan Sukowedanan, si kernet pasti udah tau kok, tarifnya sendiri 15k sudah tertera di kaca depan bus..

Perempatan sukowedanan di tandai dengan gapura 
Sesampainya si perempatan Sukowedanan, kami langsung menaiki mikrobus menuju pasar cepogo, sebenernya kalau rame-rame mikrobus akan langsung mengantarkan menuju pasar selo maupun basecamp (tergantung negosiasi), namun karena kami hanya berdua, jadi nikmati saja perjalanan ini hiihhihiih. oh yah, untuk menuju pasar cepogo tarifnya sendiri 5rb, namun karena penumpang mikrobus tersebut cuman 3 orang termasuk kami, jadi kami di pinta 10rb wkwkkwkw, sadis euyy... namun perjalanan menuju pasar cepogo ini sangat menyenangkan terlebih lagi udara pedesaan di pagi hari yang sangat menyegarkan..

Selfie on The bus with azis
Pasar Cepogo
Dari pasar cepogo, kami menaiki mikrobus kembali menuju pasar selo, nah karena mikrobusnya sendiri sedikit rame, jadi kami memberi uang 5rb rupiah dan si kernet tidak komplain bahkan dengan ramah membantu kami menurunkan tas carrier. Alhamdulillah kami sampai juga di pasar selo, tepat di sebrang polsek selo, terdapat warung nasi soto seharga 8rb, alhasil kamipun meminta ijin kepada pongky dan angga untuk mengisi perut terlebih dahulu disini hihihi.

Pemandangan gunung merbabu di selimuti awan tebal (difoto saat di mikrobus)
Polsek Selo dan di sebelah kirinya merupakan jalan menuju basecamp gunung merbabu
Sementara itu, pongky dan angga berpindah basecamp dari selo ke basecamp gancik, namun katanya di gancik basecampnya gak ada yang buka bahkan cenderung tak ada kehidupan alhasil mereka berdua masih menunggu basecamp yang buka. Sedikit menjelang siang akhirnya ada satu basecamp yang buka, kami pun bergegas menyusul mereka ke basecamp gancik, dengan harga 15rb rupiah menggunakan ojek kami sudah bisa di antar menuju basecamp, oh yah sebelum menuju basecamp kami di cegat di pertigaan antara basecamp selo dan basecamp gancik, kami disuruh bayar 5rb sebagai uang kas masuk kawasan desa wisata gancik dan sekaligus tempat registrasi bagi yang akan mendaki merbabu via gancik.

Waktu itu satu2nya basecamp yang buka gunung merbabu via gancik
Ada sedikit insiden nih, kawan kami si angga kehilangan dompetnya, setelah di cari kesana-kemari hingga meminjam motor basecamp untuk mencari tetapi tetap saja tidak ketemu, dugaan kuat sih ketinggalan di mobil charteran bersama rombongan pendaki lain, mungkin belum rejeki, semoga bisa di ganti yang lebih ... Aminnn..

Setelah persiapan logistik selesai, sekitar jam 9.30 pagi, kamipun memulai pendakian. Dari basecamp kami harus berjalann menuju gancik hill top (gardu pandang), namun siapa sangka trek beraspal ini sangatlah berat !! tidak cocok untuk pemanasan... belum apa2 otot di paha sudah mulai kejang-kejang untung saja waktu kami berangkat sedikit mendung, jadi tidak terlalu kepayahan mendaki, kalau saja sampe matahari menyengat bisa-bisa kehabisan tenaga duluan karena jalan yang melewati kebun warga ini tidak tertutup pohon, fiiiuuhhh,, untungnya setelah 40 menit perjalanan akhirya kamipun sampai di gancik hill top gunung merbabu, disini kami beristirahat sejenak sebari menikmati pemandangan gunung merapi yang sedikit tertutup awan namun tetap eksotis. *tak lupa untuk tetap eksis foto2 hihihihi
Jalan cor-an tiada ampun menuju gancik Hill Top
Gancik Hill Top sudah mulai terlihat
Semangat Mas Pongky !!
Gancik Hill Top
Dari Gancik hilltop perjalanan di lanjutkan kembali, namun kali ini trek sangat ramah, yang tadinya jalan aspal menanjak tak ada ampun sekarang berubah menjadi trek tanah yang agak landai. trek inilah awal mula kami masuk ke kawasan taman nasional gunung merbabu.

Awal masuk kawasan Taman Nasional Gunung merbabu
Trek mulai sedikit agak rapat
Perjalanan menuju pos 1 dari gancik hilltop sangatlah menyenangkan, udara khas hutan dan sejuk mewarnai perjalanan, hingga beberapa kali kami sering berhenti untuk sekedar menikmati pemandangan. terkadang cuaca tiba2 cerah, sehingga gunung merapi dapat terlihat jelas, sungguh pendakian yang memanjakan mata.

Pemandangan menuju Pos 1 gunung merbabu via gancik 
Saya dan Azis sibuk foto wkwkkw
Sekitar pukul 12.00 kamipun sampai di Pos1 ditandai dengan 1 pohon yang rindang, disini kami beristirahat sejenak. Sejauh ini kami belum bertemu dengan pendaki lain, karena jalur via gancik ini bukan termasuk jalur Taman Nasional.

Pos 1 2000 Mdpl , di tandai dengan 1 Pohon besar di tengah area yang sedikit terbuka
Menuju Pos 2 trek menjadi cukup menanjak, namun sesekali terdapat area yang tidak tertutup pepohonan, sehingga kami bisa menikmati gunung merapi yang begitu gagah, entah mengapa lelah menjadi tak terasa akibat pemandangan yang sungguh luar biasa, oh yah di jalur ini pula kami baru bertemu dengan pendaki lain, itupun yang sedang turun..

Menuju Pos 2 melewati trek tanah berupa tangga
Pemandangan antara pos 1 dan 2 Gunung Merbabu Via Gancik
Setelah melewati beberapa punggungan, sekitar pukul 13.30 akhirnya kami sampai di pos 2,  pos 2 ditandai oleh adanya tanah lapang yang sedikit lebih besar daripada pos 1, namun karena tidak adanya pepohonan yang mendukung sebagai tempat istirahat akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan sebari mencari tempat berteduh.

Pos 2 2100 mdpl (menurut keterangan), Gunung Merbabu Via Gancik
Menuju Pos 3 trek semakin menanjak tak karuan kami harus melewati beberapa punggungan gunung merbabu, namun pemandangan yang tersaji semakin terpampang nyata, subhanallah.... pemandangan gunung merapi yang begitu indah, namun terkadang terhalang oleh kabut hingga kami melanjutkan perjalanan kembali, sekiranya kabut hilang kamipun beristirahat kembali sebari menikmati gunung merapi begitupun seterusnya hingga tak sadar nafas mulai terengah-engah karena trek yang terus menanjak hihiihihi, nah sedari tadi mendaki akhirnya kami bertemu pendaki yang akan naik, 1 rombongan itu berasal dari cirebon, kamipun sedikit melepas lelah sebari berbincang-bincang sedikit akrab...

Selfie dulu kita.....
Menuju Pos 3 melewati beberapa punggungan seperti ini
Akhirnya ada yang motoin... hehehhe
Pemandangan Gunung merbabu via gancik antara pos 2 dan 3
Akhirnya kami istirahat sejenak, namun siapa sangka setelah istirahat dan melewati sedikit bukit kami tiba di pos 3 gunung merbabu, pos 3 inilah yang menjadi titik temu antara jalur selo dan gancik..

Istirahat Sejenak, padahal Pos 3 tinggal melewati bukit sekitar 150meteran
Pos 3 Gunung merbabu via selo ataupun gancik... (sebelah kanan merupakan jalur dari selo)
Sekitar pukul 15.30 kami telah sampai di POS 3, karena sedari tadi perut sudah sedikit keroncongan kamipun membongkar tas lalu mengeluarkan peralatan masak,, "Waktunya masak mie instan !!", Oh ya, Pos 3 sendiri berupa dataran yang cukup luas, sangat cocok untuk mendirikan tenda dan dapat menampung hingga puluhan tenda, disini pula kalian sudah bisa melihat tumbuhan edelweiss dengan sangat subur, namun hal yang harus di perhatikan dari pos 3 ini adalah tidak adanya pepohonan untuk menyangga angin yang berhembus dari berbagai sisi, jadi jika sedang musim angin kencang, dijamin tenda bakalan bergoyang layaknya bus malam pantura yang doyan menyalip dadakan.. hihihihii. Sayangnya di Pos 3 ini terdapat beberapa sampah pendaki yang tidak di bawa turun, seperti TPS saja, Dasar kalian tukang sampah !! mending gak usah naik gunung !! Padahal pemandangannya gokil banget, namun siapa sangka semak2 yang terlihat biasa saja saya dekati ternyata banyak ranjaunya, jadi hati-hati yah kalau lewat semak2 di pos 3 bisa2 anda kena ranjau darat iuuhhhh...
Pemandangan Gunung Merapi dari Pos 3 Gunung Merbabu Via Selo/Gancik
Di balik Pemandangan Indah Banyak sampah dan ranjau
Gunung merbabu waktu itu emang lagi dingin2nya, terlebih lagi angin berhembus sangat kencang, di pos 3 saja rasanya seperti sedang summit attack di pagi buta, namun nyatanya ini masih pukul 15.45 sore, padahal matahari waktu itu sedang berada di atas kepala dan tak ada awan sedikitpun yang menghalangi tapi..... "brrr asli ini sore rasa subuh, tubuh kami pada gemeteran hihiihi"..
Jam 16.15 kami memutuskan untuk kembali mendaki, rencananya kami akan nge-camp di sabana 1 atau 2, karena kami rasa pos 3 masih terlalu jauh dari puncak juga angin yang berhembus di pos 3 ini sangat kencang sekali..

Trek dari Pos 3 - Sabana 1 Gunung Merbabu
Terlihat biasa saja namun kenyataannya warr biasaa....
Perjalanan paling berat bagi saya pribadi adalah pos 3 menuju sabana 1, tanjakan terjal tiada henti membuat nafas kami tersengak-sengak, baru jalan 5 menit saja kami sudah dibuat kepayahan, namun di tengah perjalanan berat dan dingin yang semakin menikam, kami mendapatkan sebuah kenikmatan berupa pemandangan yang indah di sepanjang jalur pos 3 - Sabana 1 gunung merbabu.. Subhanallah...

Amazing Sunset
Sekitar jam 18.15 matahari perlahan mulai tenggelam akhirnya sampai juga di sabana 1, kamipun memutuskan untuk pasang tenda di sabana 1 ini karena tidak memungkinkan untuk melanjutkan ke sabana 2, selain angin yang bergerak begitu kencang di tambah suhu di gunung merbabu ini pun semakin menurun, kami begegas mencari lokasi yang tidak terlalu terbuka untuk mendirikan tenda, tepatnya di sela2 tumbuhan edelweiss, selama pasang tenda tubuh kami bergoyang2 layaknya dangdutan kedinginan tanpa karuan, frame sudah di pasang, tenda sudah berdiri, matras sudah di gelar, tas carrier sudah masuk ke dalam, tinggal pasang flysheet namun akhirnya saya nyerah juga masuk ke dalam tenda mengikuti jejak azis yang sudah duluan, jadi yang pasang flysheet tinggal si angga sama pongky.. wkkwkw i'm sorry boys ^_^

Setelah semua masuk ke dalam tenda, kamipun bergegas untuk membuat air hangat dan kopi sebari mempersiapkan makan malam, karena kami membawa 2 kompor jadi tugas memasak kali ini dapat di bagi supaya lebih cepat,  pokoknya menu utama makan malam harus ada nasinya !! yups, orang indonesia kalau belum makan nasi artinya belum makan, nah yang kebagian masak nasi itu si pongky, tapi ternyata nasinya gak mateng2 sekalinya mateng rasanya gak karuan wkwkkw, kayaknya salah teknik memasak nih pongky, tapi karena kami bukan manja2 grup, nasi seadanya pun kami makan dengan lahap, menu sederhana namun penuh kebersamaan itulah yang membuat masakan terasa mahal harganya.
Masakan Sederhana namun nikmat (sayur sopnya gk kepoto wikwikwik)
Menjelang tengah malam kami tetap stay di dalam tenda, tidak ada yang berani keluar karena anginnya sangat kecang, paling keluar tenda hanya untuk buang air, itupun dengan lari terbirit-birit, padahal milky way di luar tenda sangat memanjakan mata di tambah pemandangan lautan awan di malam hari..
bruk-bruk-bruk
Jam sudah menunjukan pukul 00.00 lewat, si angga dan di azis sudah tertidur, saya dan pongky masih terlibat obrolan hangat di temani oleh suara angin kencang yang menabrak tenda, hingga tak terasa tubuh kamipun butuh istirahat juga, baru juga terlelap beberapa menit, kami di kagetkan oleh suara gebrakan keras menghantam tenda kami, seketika saya dan pongky kaget bukan main, sementara angga terbangun sebentar lalu tidur kembali, sementara azis yang memang sudah mimpi basah tak berkutik mendengar suara keras tersebut wkkwkw... Saya dan pongky mencoba menebak2 siapa yang menggebrak tenda kami, tak berselang lama mahkluk itupun kembali menabrak tenda kami... buarrr... terdengar pula suara endusan seperti binatang, namun saya tidak bisa memprediksinya, niat mau keluar malah keburu ciut nyalinya terpikirkan hal yang tidak2, akhirnya saya mencoba menyalakan HP dan memainkan musik agar suasana tidak terlalu hening, dari situ saya dan pongky belum bisa tidur, berjaga2 agar tidak terjadi hal yang di inginkan, hingga akhirnya kami tidur juga walau terkadang terbangun mengingat kejadian tadi.. hiihihiihihi


Jam 04.45 subuh, salah satu dari kami terbangun, sayapun ikut terbangun karena tak tahan dengan udara dinginnya gunung merbabu, alhasil saya dan pongky-pun keluar tenda sebari menghangatkan tubuh kami dengan kompor hihihi, terlihat dari sini beberapa pendaki yang sedang summit attack menuju puncak kenteng songo untuk menikmati sunrise. kami sendiri tidak melakukan summit attack di pagi buta, karena kami memutuskan untuk menikmati sunrise di sabana 1.

Jam sudah menunjukan pukul 05.15 pagi, kami semua sudah terbangun dan bergerak menuju ke arah barat untuk menikmati sunrise di gunung merbabu, pagi itu memang udara sangat dingin sekali, hingga beberapa kali kakiku mati rasa, jadi saya mencoba untuk bergerak ataupun sekedar berjoged untuk menghangatkan tubuh hihiiihi..
Menghangatkan tubuh sebari menyesuaikan suhu di luar yang dingin puooolll.
Beautiful Moment
Mahhh Anakmu Naik gunung Merbabu
Gunung Merbabu yang Indah
Setelah menikmati sunrise yang sungguh indah kamipun kembali ke dalam tenda dan memasak untuk sarapan pagi.
Sarapan Pagi seadanya
Sekitar pukul 08.30 pagi kami berencana untuk mendaki ke puncak kenteng songo, tetapi azis tidak ingin ikut katanya dia ingin melanjutkan tidur saja di dalam tenda, karena baginya pemandangan di sabana 1 pun sudah sangat indah dan sudah merasa bangga dengan perjuangannya selama pendakian, kami sempat menawarkan untuk menemani azis untuk tidak jadi summit, tetapi azis sendiri yang bilang tidak usah, karena dia hanya ingin menikmati tidur yang indah ditemani suasana yang sangat romantis.. dengan berbagai pertimbangan karena sabana 1 sendiri cukup aman untuk meninggalkan ajis sendirian di dalam tenda, terlebih kondisi ajis yang sangat fit dan di sebelah kami ada beberapa tenda pendaki yang berdiri jadi kami tidak terlalu khawatir meninggalkannya seorang diri. keep safety jis !!

Menuju Puncak Kenteng Songo, di foto dari tempat nge camp (Sabana 1)
Jadi yang summit ke puncak cuman kami bertiga, saya , angga dan pongky, pertama kami melewati tanjakan menuju sabana 2, lumayan terjal juga namun tidak seterjal pos 3 menuju sabana 1, disini pemandangan sabana 1 hingga pos 3 terlihat jelas dengan background gunung merapi yang sangat menawarn. 15 menit mendaki akhirnya kami sampai di Sabana 2, disini areanya sangat luas sekali jadi jangan khawatir tidak akan kebagian tempat nge camp, namun kondisinya sangat sepi, tidak ada yang nge camp di sabana 2 terlebih musim angin kencang jarang ada yang memaksa camp di sabana 2, karena "mungkin" logikanya semakin tinggi semakin kencang juga angin yang menerpa.

Pemandangan Sabana 1 dan Gunung Merapi di jalur trek menuju Sabana 2
Sabana 2
View Sabana 2
Sekitar Pukul 09.15 kami sampai di pos terakhir yaitu Watu lumpang, disini ada sedikit tanah lapang, saya tidak merekomendasikan tempat ini sebagai tempat camp, mending pilih sabana 1 atau 2 saja. Kami beristirahat sejenak di bawah pohon, menikmati keindahan puncak gunung merbabu di atas dan melihat lautan awan di bawah, sungguh pemandangan indah yang Tuhan berikan. sekitar  pukul 09.40 kami melanjutkan perjalanan kembali menuju puncak kenteng songo (puncak tertinggi gunung merbabu)

Watu Lumpang
Sabana 1, Sabana 2 dan Watu Lumpang di lihat dari tanjakan demi tanjakan
Trek dari Sabana 1 - Puncak semuanya cenderung sama, terjal namun tidak keterlaluan seperti Pos 3, dan finnally alhamdulillah pukul 10.30 siang kami tiba di puncak kenteng songo,, tiada henti saya mengucap syukur karena telah tiba di puncak gunung merbabu dengan selamat.
Puncak Kenteng Songo, plakat kotaknya sedang di benahi jadi pake plakat wayang hehehe
Gunung Merbabu sendiri sebetulnya memiliki 7 puncak, namun yang paling tinggi/populer adalah puncak kenteng songo (3142 mdpl), jadi jalur dari arah selo lah yang di rekomendasikan untuk bisa mencapai puncak kenteng songo terlebih dahulu, jarak antara ke-7 puncak tersebut berdekatan dengan trek antar puncaknya mulai yang biasa saja hingga extream. 

Di Gunung Merbabu terdapat pula beberapa batu di puncak keteng songo, namanya watu kenteng salah satu artefak purba yang dimiliki oleh gunung merbabu, kalian tidak boleh memindahkan ataupun mencorat-coret batu ini, karena masyarakat sekitar masih percaya akan hal mistis yang terkandung di dalamnya (searching aja cerita mengenai watu kenteng ini banyak kok hahaha), pada intinya terlepas dari hal mistis yang terkandung kita sebagai manusia milenial wajib mencinta alam dan peninggalan sejarah tersebut, jangan di rusak apalagi di kotori yah !!

Watu Kenteng Gunung Merbabu
Watu Kenteng Gunung Merbabu
Selfie dulu di Puncak Gunung Merbabu 3142 Mdpl
Sekitar jam 11.00  kamipun turun bergegas menemui ajis hihiihhi. namun baru saja sampai di sabana 2 kami melihat seorang ibu dekat tepian jurang seperti sedang mencari tumbuhan, kami bertiga tercengang di buatnya, sesekali kami menyapa ibu tersebut dengan berkata "nyuwun sewu bu", ada sedikit khawatir dengan hal2 mistis kami selalu memperhatikan gerak-gerik ibu tersebut sebari berjalan turun.. hiiiiiiiiii
Dekat sabana 2 ada seorang ibu2 yang sedang menyabit tumbuhan
Dan alhamdulillah sekitar jam 11.45 kami telah sampai Sabana 1 dan bertemu azis yang masih asik tiduran di dalam tenda (somplek nih orang demen banget tidur). Lalu kamipun membuat makan siang dan bergegas membongkar tenda untuk persiapan turun dan tak lupa bawa kembali turun sampah kami... Sekitar pukul 13.00 kami turun dan meninggalkan Sabana 1 di temani oleh kabut yang pekat..
Kami tiba di Basecamp Gancik dengan selamat sekitar pukul 17.30 (alhamdulillah).

Sedikit Tips Mendaki Gunung Merbabu :
1. Minta ijin dan doa kepada Orang tua dan calon mertua
2. Gunakan sepatu khusus mendaki dan lengkapi peralatan pendakianmu seperti jas hujan, sleeping bag, baju ganti dll.
3. Sebelum mendaki, briefing terlebih dahulu dan berdoa bersama rekan pendakianmu
4. Jika lelah mintalah kepada rekan pendakianmu untuk istirahat, gak usah adu gengsi !!
5. Selalu bersama-sama dengan rombonganmu, jangan merasa masih kuat untuk jalan hingga meninggalkan rombongan, ingat !! naik bersama turunpun bersama !!
6. Cuaca di gunung merbabu sering berubah-ubah, kadang cerah, terus kabut ehh tiba2 lautan awan hehehe
7. Jangan buang sampah dan merusak alam, nanti penghuni Gunung Merbabu Marah loh
8. Jika kamu mendaki via selo/gancik usahakan camp di Sabana 1 atau Sabana 2, jika terpaksa di pos 3 juga boleh cuman kekurangannya masih jauh ke puncak, masalahnya pos 3 ke puncak trekny ngigit hihiiiiiiiii
9. Keep safety, Enjoy dalam pendakian, Gunung tidak akan lari kemana... 





Sebuah Teka-teki :
Usut punya usut setelah kami berdiskusi di malam hari bersama sesepuh perintis desa wisata gancik, memang jalur gancik ini tidak termasuk ke dalam jalur Taman Nasional Gunung Merbabu, namun (perlu di garis bawahi) jalur gancik ini merupakan jalur yang dikelola oleh warga gancik tersendiri, seperti plakat disetiap pos, maupun bersih2 jalur mereka lakukan atas inisiatif warganya sendiri tidak ada campur tangan taman nasional. jadi istilahnya merekapun punya organinasinya sendiri bahkan mereka memiliki tim SARnya sendiri, bahkan disinggung mengenai permasalahan pendaki yang dipaksa turun oleh petugas Taman Nasional pun sang Sepuh menjawab "memang waktu itu ada pendaki yang di paksa turun oleh petugas karena tidak melalui jalur resmi, nah pas turun pendaki tersebut mengadu kepada warga gancik, lalu di carilah petugas Taman Nasional Tersebut, namun setelah di telusuri ke basecamp selo tidak ketemu dengan petugas yang mensweeping" jadi menurut saya pribadi bc.selo & bc.gancik agak sedikit slekkk mengenai jalur pendakian resmi dan tidak resmi ini.. beliau juga melanjutkan pembicaraannya "pernah waktu ada pendaki yang naik via selo lalu dia cedera di atas sana, kita-kita juga kok (SAR gancik)  yang menolong itu pendaki sampe dia turun dibawa ke puskesmas, lantas apa alasananya mereka mengsweeping pendaki yang berasal dari gancik? karena tidak resmi?? ini gunung milik indonesia, kita juga berhak mendapatkan hak, terlebih kami asli warga kaki gunung. kalau ada pendaki yang cedera ataupun celaka melalui jalur gancik kita juga kok yang mengevakuasi bukan petugas sana"

Lalu kami menanyakan soal kejadian malam hari di Sabana 1,kemungkinan hewan apa sih yang ada di sana, Sang sepuhpun menjawab bahwa itu kemungkinan besar kelinci hutan

Disinggung kembali, mengenai seorang ibu yang sedang mengarit tumbuhan di sekitar jurang sabana 2, menurut beliau benar adanya, karena sering ada warga desa sebelah yang mencari tumbuhan hingga ke puncak untuk pengobatan (katanya) dan itu bukan menggunakan jalur pendakian... kamipun seketika tercengang mendengar cerita tersebut

Waktu kami mendaki, Jalur via gancik ini masih minim sampah, sehingga jalur via gancik ini sangat asik dan memanjakan mata. ingat !! jangan nyampah yah !

Unknown

We Are Crazy ^_^

2 comments:

  1. Semangat mendaki, tetep utamakan kerendahan hati 🙏

    ReplyDelete
  2. Hmm.. Gancik sy kira untuk memecah kepadatan pendaki dari jalur Selo.. Ternyata ada semacam ketidakberesan to...
    Tapi menurut saia emang masyarakat g bisa seenaknya membuat jalur, terlebih gunungnya masuk kawasan Taman Nasional.. Karena ada fungsi lain yaitu untuk menjaga kelestarian ekosistem alam...
    Emang dengan dibukanya jalur pendakian, kas masyarakat akan bertambah.. Tapi kelestarian alam gunung juga menjadi terancam.. Ada bagian gunung yang benar-benar tidak boleh untuk dijamah manusia dengan alasan kelestarian..

    Btw.. Coba ndaki dari Cunthel trs turun Selo bung.. Puas dah itu..

    ReplyDelete