Backpacker Ke Pulau Perak (Silver Island) Kepulauan Seribu

Yakin disaat waktu liburan tiba kamu gak main kemana-mana?? kalau saya sih rasanya tersiksa kalau harus diam dirumah, mungkin inikah yang dinamakan nyandu?? pokoknya ada libur dikit harus keluar, entah main dalam kota ataupun luar kota yang penting keluar !! hiihihihi..

Pulau Perak/Silver Island
Namun kali ini saya lagi nyandu main air, singkat cerita di pilihlah Pulau Perak (Silver Island) sebagai pelipur rinduku dengan air. 

Pulau Perak merupakan sebuah pulau kecil tak berpenghuni yang berada di kepulauan seribu bagian utara (Jakarta), kenapa harus pilih pulau perak?? selain jaraknya yang tidak terlalu jauh dari bandung, juga pulau perak ini konon punya pemandangan yang eksotis, sangat cocok sekali kalau kita kemping menghabis hari-hari di pulau perak ini. yukkks ah lets goo.. !!

LongWeekend pun tiba !! saya berangkat ke pulau perak berdua dengan pacar saya, menaiki kereta ekonomi dari stasiun kiaracondong bandung menuju stasiun ps. senen. Kenapa yang di pilih kereta ekonomi ketimbang mobil travel? Yahhh namanya juga backpacker, esensinya kan yang penting murah dan sampai dengan selamat di tujuan, ohh iya, nanti saya akan buat rincian biayanya di paling bawah postingan ini...

DAY 1
Tengah malam kami menaiki kereta api Serayu pukul 00.30 di stasiun kiaracondong, walaupun ekonomi namun seperti bisnis karena kereta cenderung kosong, alhasil sayapun tidur bebas pilih kursi sambil berbaring hingga tak sadar sudah sampai di jakarta, namun agak sedikit ngaret sih keretanya, seharusnya sampai jam 4 pagi tapi faktanya kami sampai pukul 04.45 pagi, alhasil setelah sampai di pasar senen kamipun turun terburu-buru untuk segera sampai di Pelabuhan Muara Angke. Nah di stasiun Ps,Senen Sendiri saya memesan Taksi Online, karena waktu itu setiap pengguna baru mendapatkan vocher gratis 3x perjalanan, tanpa basa basi sayapun mengorder taksi online di luar stasiun pasar senen, karena agak sedikit riskan kalau supir di suruh masuk stasiun.. yahh you know lah.... hhee

Jarak dari stasiun Ps, Senen ke Muara angke cukup jauh, sesekali kami masuk Tol dalam kota untuk mempersingkat waktu walaupun pagi itu jakarta belum terlalu macet namun kami tetap berburu dengan waktu karena perahu yang hendak menuju pulau seribu biasanya hanya ada 1 atau 2 perahu yang berangkat sekitar jam 6-7 pagi... lets go pak supir gas rem dikit ahhh..

Kalau kata orang sih ke pulau seribu cuman berdua bisa di bilang nekat.. kenapa?? karena yang jelas disana kan wisata bahari, otomatis harus sewa perahu untuk berkeliling pulau ataupun ikutan jasa open trip. Namun berbekal nomer HP Bang Bob (Penyedia jasa Pulau Harapan) kamipun agak sedikit tenang mengenai transportasi di muara angke dan di pulau harapan nanti, Oh yah, nomer bang bob sendiri saya dapat dari seorang teman yang sering jalan-jalan juga... #banyakinrelasi

Sekitar pukul 06.00 kami hampir tiba di muara angke, tapi masih jauh dengan pelabuhan kira-kira 1,5km lagi kalau dilihat dari google maps, namun jalanan menuju pelabuhan sangat macet sampe mobil kami gak bisa gerak, akhirnya kami putuskan untuk turun disitu juga dengan membayar tarif 0 rupiah (senangnya dapet geratisan). ternyata bukan cuman kami saja yang berinisiatif untuk turun di tengah jalan, melainkan hampir semua wisatawan yang hendak menyebrang ke pulau seribu.. wkkkw ini akibat dari effect longweekend.. *akhirnya trotoarpun ramai pejalan

Menuju pelabuhan !! perjalanan melewati pasar ikan dan beberapa jalur tikus yang sempit, saking banyaknya wisatawan kamipun terhimpit dan saling berdesakan di tambah tas carier yang saya bawa kali sangat berat, asli saking beratnya saya beberapa kali meminta bantuan untuk menahan beban di belakang kepada pacar saya...  T_T *bahanmakanansemua
Isinya beras semua ... hikss...
Sekitar 30 menit berjalan akhirnya kami sampai juga di pelabuhan, dannn taraaaaaa saya Ter-Kaget, asli sumpah pelabuhan isinya orang semua kayak mau nonton konser musik !! kami sebenernya pesimis dapat kebagian perahu waktu itu, namun untung saja ada anak buah Bang Bob yang mengarahkan kami untuk segera masuk ke perahu, jadi ada sedikit pencerahan karena baru pertama kali ke muara angke, yah minimal tau musti kemana gak celenga-celengo dulu di pelabuhan hahahhaa... Pas di depan perahu saat kami hendak naik tiba2 langkah kami terhenti oleh puluhan penumpang yang bergelantungan di pinggir kapal, jangankan masuk ke bagian dalam penumpang, di luar pintu perahupun sudah banyak orang yang bergelantungan saling berebut tempat, ahhh bahaya sekali saya pikir, akhirnya sayapun tidak mau mengambil resiko dan menunda untuk naik perahu.
Suasana Perahu yang di isi melebihi kapasitas penumpang

Saking Penuhnya, kami tidak jadi masuk
Suasana Pelabuahan sekitar jam 7-an
Biasanya dalam sehari hanya ada 2x keberangkatan perahu ke setiap pulau, namun melihat antusias warga yang kurang piknik, saya rasa perahu-perahu tersebut bakal di paksa extra keras untuk mengantarkan penumpang dengan jarak tempuh yang lebih dari biasanya..... yahh tunggu saja perahu itu balik lagi hehehee.....

Akhirnya kamipun terdampar di pelabuha, tapi ambil sisi positifnya, kami bisa beristirahat sejenak plus mencari sarapan di pelabuhan... uulalalalallaa..
Terdampar
Sekitar jam 10 siang, banyak para penumpang yang saling memberi informasi bahwa perahu di ujung laut sana ada yang mulai mendekat, alhasil ribuan penumpang bersiap di dermaga, saling dorong, saling berdesakan menunggu perahu dengan rute manakah yang akan datang.. pokoknya gila !! padahal waktu itu hujan gerimis, namun niat para warga kurang piknik ini benar2 luar biasa. sempat salah seorang petugas Dishub memberi teguran agar tidak terlalu berada di ujung dermaga karena bisa berakibat fatal dengan silih berdesakan, namun tak di hiraukan.... wekwekwek...

Suasana Para calon penumpang di Dermaga Kaliadem/Muara Angke

Perahu mulai mendekat, tertulis di dinding kayu perahu tersebut bertuliskan Pulau Kelapa !! banyak penumpang yang setelah melihat tulisan tersebut beranjak mundur dan bersua 'ahhhhhhh' dengan gimik muka yang kecewa, tapi tidak dengan kami, itulah yang kami tunggu, karena Pulau kelapa sama saja dengan Pulau Harapan... Ratusan penumpang dengan rute lain mulai mundur sebelum perahu berlabuh, sayapun bersiap maju sedikit demi sedikit untuk berebut tempat dengan yang lain... dan Alhamdulillah perahu berlabuh tepat di depan kami, alhasil calon penumpangpun kesurupan langsung masuk ketika perahu sudah berlabuh... Berdesakan, Saling sikut, tak kenal tua ataupun muda, situasi ini seperti berebut sembako ataupun berebut KRL di jakarta. Ruweetttttt.... sungguh..

Suasana dalam perahu, saling rebutan tak kenal muda dan tua

Saat berebut lapak tempat duduk
Baru 15 menit berlabuh penumpang pun sudah overload, khawatir dengan suasana perahu sayapun berinisiatif mengambil pelampung untuk meminimalisir hal yang tidak di inginkan.... dan tak perlu menunggu lama, perahupun kembali menuju pulau harapan,, yayy.. waktunya berangkat... bismillah...

Goodbye jakarta...
Sesampainya di pulau harapan, kami di jemput oleh bang bob beserta rombongan lain untuk menuju ke pulau kelapa (basecamp Bang Bob). jarak antara Pulau harapan dan Pulau kelapa tidak begitu jauh, karena sudah terhubung dengan jembatan yang terbuat dari beton. namun kali ini kami menyebrang dengan perahu yang di siapkan oleh bang bob...

Sesampainya di pulau kelapa, kami menunggu rombongan open tripnya bang bob, sebari menungu bang bob menyiapkan persediaan logistik seperti air galon dan lain sebagainya untuk kami.. sekitar pukul 03.00 sore rombongan bang bob pun telah kumpul dan kamipun disuruh menaiki perahu untuk melanjutkan snorkling lalu mengantarkan kami ke pulau perak..

Perahu yang kami naiki cukup besar kapasitasnya, maklum, karena tamu bang bob saat itu sedang ramai-ramainya, jadi dalam 1 perahu ini ada yang emang open trip, ada yang mau kemping di pulau dolphin dan ada yang kemping di pulau perak, campur aduklah dalam satu kapal.. hehehe

Pulau apakah itu?? 
Sepanjang Perjalanan Menuju Spot Snorkling
Saking asiknya memandangi senja yang mulai tenggelam tak terasa kamipun sudah sampai di spot snorkling, lokasinya tak jauh dari pulau bira begitu kata bang bob sebari menunjuk salah satu pulau cantik bernama pulau bira, awal nya sih kami jadi penonton saja di atas kapal, tapi bang bob memaksa kami untuk ikut nyemplung, ya udah tanpa pikir panjang kamipun akhirnya nyemplung ... hehee

Saat di atas kapal jadi penonton....
Banyak Ikan cantik disini....
Ikan-ikan
Walaupun kaga bisa renang, tetep enjoy dan crazy guysss... ^^
Setelah puas bermain dengan ikan dan waktu sudah hampir menjelang magrib, kamipun lanjut mengantar tamu bang bob terlebih dahulu ke pulau dolphin untuk kemping,, istilah kerennya sih nge-drop penumpang ... hehhehe, pulau dolphin sendiri tidak terlalu besar dan memiliki pasir yang sedikit agak kasar, tapi sangat cocok sekali untuk yang ingin menikmati suasana pantai bersama kawan-kawan ter-cintah, oh yah, kami singgah beberapa menit di pulau ini.. lalu lanjut perahu mengantarkan kami berdua di pulau perak...

Langit-pun mulai gelap, sang nahkoda dan kru kapal harus berhati-hati untuk melewati perairan yang dangkal, saat akan berlabuh di pulau perak pun beberapa kali bang bob dan kru kapal men-senter-i lautan agar perahu tidak menabrak karang, namun seperti sudah terbiasa dengan kondisi tersebut para kru dengan lihainya melewati perairan yang dangkal, sampai akhirnya kamipun sampai di pulau cantik bernama pulau perak dengan kondisi gelap gulita..

Dengan penuh tanggung jawab yang tinggi bang bob sampai membantu membawakan perlengkapan kami dan mencarikan spot kemping... ahh pokoknya terimakasih bang bob.... :*

#Part1

Total biaya perjalanan #Part1

Kereta api Kiaracondong - Pasar Senen = 67rb
Taksi Online Pasar Senen -  Muara Angke = 0
Sarapan Pagi (Nasi Bungkus) = 10rb
Tiket Perahu Kaliadem-P.Harapan = 55rb

Total Di hari pertama menghabiskan 132rb....



Next Day Bisa di baca disini ---> DAY 2

Ayye Arifin

We Are Crazy ^_^

No comments:

Post a Comment