Pendakian Gunung Prau Via Patak Banteng Cocok Untuk Pemula

Mohon maaf kalau akhir2 ini saya jarang nulis blog, maklum karena saya harus mengurus keluarga, kerjaan serta jadwal piknik hehehe.. namun kali ini saya akan lebih aktif kembali nge-blog untuk menulis cerita2 yang sudah lama tertunda. Dan kali ini sepertinya saya  akan sedikit bercerita tentang perjalanan saya menuju gunung prau, maaf kalau sedikit latepost, tapi saya mencoba menggali kembali kenangan2 yang tersimpan di galery komputer.




Gunung prau merupakan salah satu gunung favorit yang di rekomendasikan untuk kalian yang baru mengenal dunia pendakian, gunung prau ini terletak di kabupaten wonosobo dan kendal, ada beberapa jalur pendakian seperti patak banteng, dieng kulon dan kendal. Namun yang paling favorit adalah jalur patak banteng, karena jalur yang relatif lebih singkat, namun kelemahan dari jalur patak banteng adalah dapat melemaskan dengkul2 yang melewatinya hahaha..

Lanjuttt... Dari bandung kami berangkat dengan personil 7 orang, meeting pointnya di terminal cicaheum. Keberangkatan terakhir bus menuju wonosobo yaitu pukul 19.00 malam, alhasil setelah pulang kerja saya dan istri bergegas menuju terminal, dengan harap2 cemas karena hari itu adalah hari jumat yang biasanya jam pulang kerja lebih padat dari biasanya. Namun akhirnya kami tiba di terminal tepat pukul 18.30 (alhamdulillah), akan tetapi teman-teman yang lain masih terjebak dalam kemacetan, hadeuhhh…. sebelumnya sih saya sudah mewanti-wanti mereka agar berangkat lebih cepat, tetapi fakta di lapangan… hmmm you know lah… 
Perasaan dilematis muncul ketika bus sinar jaya (bus keberangkatan terakhir) mulai maju perlahan meninggalkan terminal cicaheum, rasanya ingin naik saja dan meninggalkan teman-teman yang tak kunjung datang, namun dengan alasan tertentu sayapun harus merelakan bus tersebut menjauh dan menjauh dari terminal cicaheum, kesal rasanya, inginku memarahi teman2, namun hal itu tidak bisa saya lakukan (padahal ingin) :P

Pukul sudah menunjukan setengah 8 malam, semuanya sudah tiba di terminal cicaheum, akhirnya kamipun mencari cara untuk bisa sampai di wonosobo,, tadinya sih mau ngeteng,  tapi kebeneran banget ada travel menuju wonosobo, cuman harganya nembak menn... 150rb/orang... 2x lipat dari harga naik bus... dengan berat hati dan suatu alasan kamipun berangkat menggunakan travel dengan... cuusss....

Sekitar jam 5 subuh akhirnya tiba juga di wonosobo, kamipun turun di dekat area plaza wonosobo sebari menunggu 2 orang teman kami yang berasal dari jakarta, sekitar pukul 6.30 teman kamipun tiba dan langsung bergabung, nah sekarang tinggal mencari tranportasi menuju basecamp patak banteng, waktu itu ada tukang ojek yang menawarkan transportasi kepada kami, dia menawarkan harga 15rb per orang sampai di basecamp patak banteng, wiihhh padahal beberapa tahun sebelumnya dari wonosobo ke dieng saya hanya bayar 7rb saja hhehe. Setelah nego alot akhirnya kamipun tidak bisa merubah harga yang di tawarkan tukang ojek tersebut, deal sajalah daripada kelamaan, akhirnya tukang ojek tersebut memanggil bus 3/4 dan langsung mengangkut kami.. Saya pikir ini bus langsung menuju basecamp patak banteng, ternyata muter kota lagi sampai muatan full hahahaha 

Di Dalam Bus 3/4
Sekitar pukul 08.45 kami tiba di basecamp patak banteng dan langsung beristirahat sejenak. Menurut saya basecamp patak banteng ini sangat ramah sekali bagi para pendaki, selain basecampnya yang nyaman mereka juga menyediakan tempat nge charge hape, jadi jangan takut gak bisa eksis nanti di atas puncak hehhee..

Setelah menunggu 1 teman kami dari magetan datang, sekitar pukul 10.00 siang kamipun bergegas mendaki kuy kuy... di basecamp patak banteng sendiri kita harus mengisi formulir pendakian dan membayar tiket sebesar 10rb rupiah, setelah administrasi selesai, kamipun berkumpul untuk memanjatkan doa bersama... and lets gooo to prau...
Tim Kali ini
Di awal perjalanan kami melewati rumah penduduk, lalu di lanjut dengan menaiki tangga yang sudah tersusun rapih dengan kanan kiri jalannya di tumbuhi oleh perkebunan milik warga sekitar, track dengan tangga tersebut cukup menguras tenaga karena beban lutut bekerja  lebih keras ketimbang track tanah yang menanjak, karena masih tahap pemanasan kamipun berhenti sejenak di pos bayangan,, enjoy hiking bro alon-alon asal kelakon.. 


Menuju Pos 1 Via Patak Banteng


Beristirahat di Pos Bayangan
Perjalanan di lanjutkan kembali, tetap dengan jalur yang sama, perjalanan mulai cenderung landai namun tetap naik tipis-tipis, disini juga perlahan-lahan perkebunan milik warga mulai tertutup oleh rindangnya pepohonan di kanan kiri jalan, hal tersebut bertanda bahwa kita sudah mulai memasuki hutan gunung prau. tak jauh dari situ terlihat pos 2 yang di tandai dengan lahan lapang yang hanya cukup untuk beberapa tenda saja, disini kami istirahat lagi sejenak karena tempatnya yang sejuk dan adem (wkwkkw banyak istirahatnya)




Perjalanan di lanjutkan kembali dari pos 2 menuju pos 3, nah trek kali ini sedikit menanjak, kami juga bertemu beberapa pendaki  yang sedang turun gunung, selagi berpapasan dan saling sapa mereka juga menyampaikan sebuah pesan, kira2 seperti ini pesannya "mas jangan naik ke atas, dari kemarin kabut dan turun hujan jadi gak dapet sunrise, nanti masnya kecewa"..
saya rada geleng2 kepala mendengar pernyataan si mas tersebut, di satu sisi saya sedang berusaha mendaki, di sisi lain malah sesama pendaki membuat semangat menjadi pudar..hmmm.. sayapun bergumam dengan diri saya sendiri, emangnya apa yang dicari di atas sana? apakah sunrise? saya pikir tidak !! ini sebuah pengalaman, entah itu berkabut ataupun tjerah, yang jelas perjalanan ini adalah sebuah kenangan dan pengalaman, terlepas dari itu semuanya adalah bonus... sambil memikirkan perkataan si mas tersebut tak disangka sudah sampai di pos3 walau sedikit ngos-ngosan bawa barang si amel yang isi tasnya makanan kaleng dan sapi gelonggongan ... anjeeerrrr...


Terlihat kecil tas si amel, padahal beratnya minta ampunnn....
Selamat datang di tanjakan Cacing

Po3 - Puncak Prau, nah ini nih trek paling sadis di gunung prau via patak banteng, Tanjakan cacing !! mungkin karena treknya yang bekelak-kelok sehingga disebut tanjakan cacing, selain itu jika musim liburan tiba pasti tanjakan cacing ini sering terjadi kemacetan, para pendaki harus saling mengantri, sayapun sempat berpapasan dengan pendaki yang hendak turun, mereka menyemangati saya dengan kata-kata ajaibnya..."ayo semangat 5 menit lagi mas !!", atau "ayo mas puncak tinggal 1 belokan lagi"... walaupun sejatinya masih jauh, tetapi secara tidak langsung saya terbuai dengan kata-kata tersebut, seolah membakar semangat yang sempat loyo melihat trek yang telihat di depan sana..

sekitar 45 menit melewati tanjakan yang penuh derita, akhirnya kamipun sampai di puncak prau, yeahh..., kamipun bergegas mencari spot untuk mendirikan tenda, sementara itu cuaca di puncak berubah menjadi berkabut di iringi suara keheningan yang syahdu,, sangat cocok bila di temani kekasih dan secangkir kopi hangat.. cmiiiwww..

Di puncak Prau berkabut
Di puncak prau sendiri terdapat bukit yang sangat indah nan luas atau lebih populer disebut bukit teletubies karena lanscape yang tersaji mirip seperti bukit yang ada di film teletabies jaman doeloe, dan disini pula terdapat beberapa jenis tanaman yang hidup secara alami seperti bunga cantik yang bernama daisy.. syahdu pokoknya pemandangan di gunung prau ini... ssayaa syuka..
Makan-Makan Dulu Guys
Menjelang malam, para ciwik-ciwik pada kedinginan, dengan spontan mereka menggunakan (salep hangat) untuk menghangatkan tubuhnya, namun sayang hal tersebut tidak berlaku di gunung,, karena jika kita menggunakan (salep hangat) di gunung, awalnya sih bakal terasa hangat namun lama kelamaan bakal menjadi boomerang, tubuh bakalan kedinginan parah hebat seakan masuk menusuk tulang-tulang.. rasanya saya juga baru tau hal tersebut dan menjadikan ini pelajaran di kemudian hari.. *karena guru terbaik adalah pengalaman

Alhasil para ciwik-ciwik kami kumpulkan di satu tenda dengan menggunakan sleeping bag sebari memasak di dalam tenda agar suasana tenda menjadi lebih hangat, sedikit membantu memang, namun tetap para ciwik-ciwik menggigil kedinginan.. keep stay strong ciwik ciwik \m/

Malam yang indah telah berlalu, banyak sekali cerita di dalamnya, terdapat ribuan kenangan yang tersimpan, sang fajarpun mulai menampakan dirinya di ufuk timur, sedikit malu -malu memang namun selalu tetap mempesona,, satu persatu dari kamipun keluar dari balik tenda, walaupun suhu yang masih sangat dingin tak mengalahkan niat untuk melihat sang sumber kehidupan, tak lupa kamipun mengabadikan moment yang spesial ini... menikmatinya adalah suatu anugrah yang terindah... ahh sudahlah rasanya saya ingin kembali lagi kesana menikmati alam yang tak pernah mengecewakan.....
Walaupun Blur tapi pemandangan tetep kece hahaha

Sunrise Di Gunung Prau
Ciwik-Ciwik
Terlihat Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu dan kamu

Sekitar pukul 09.00 kamipun bergegas turun, disela-sela perjalanan turun sesekali berhenti untuk mengabadikan moment.. sekitar pukul 11.00 siang kami sampai di basecamp,, sebagian dari kami melanjutkan perjalanan ke desa dieng menggunakan elf untuk sekedar menghabiskan waktu sebelum melanjutkan pulang menggunakan bis malam.


Pemandangan Wisata Dieng Dari Gunung Prau

Perjalanan Turun
Terimakasih prau, terimakasih teman-teman, telah menjadikan hari-hari begitu berwarna dan bermakna.. !!

Ayye Arifin

We Are Crazy ^_^

1 comment:

  1. Eh kalo saya juga pernah ke sini, Start Patak Banteng - End Deieng. Jadi lintas gitu. Sayangnya pas di puncak Badai dan paginya kabut. Dan harus legowo. Hehe..

    Salam Kenal.

    ReplyDelete