Segara Anakan Sebuah Laguna Cantik Di Pulau Sempu

Destinasi kali ini adalah Pulau Sempu lebih tepatnya Segara Anakan, Sebuah Laguna cantik yang berada di selatan pulau jawa, tepatnya Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebelumnya kami mengurungkan niat untuk menuju pulau sempu karena pulau sempu ini termasuk kawasan konservasi sumber daya alam yang harus tetap lestari ekosistemnya, namun dari beberapa sumber yang di tulis oleh para travelblogger, banyak yang mengeluhkan tentang banyaknya sampah di pulau sempu, akhirnya hati inipun tergerak untuk sekedar memungut sampah yang ditinggalkan wisatawan, oke dengan niatan baik dan rasa penasaran kamipun sepakat menuju Pulau Sempu. kuyyy..


Berangkat menggunakan motor sewaan dari kota malang, kami mengarahkan GPS menuju pantai Sendang Biru. yapsss, untuk menyebrang ke pulau sempu pertama-tama kita harus sampai di Pantai Sendang Biru terlebih dahulu, karena pantai ini menjadi gerbang menuju Pulau Sempu.

Perjalanan di pagi hari menjadi satu pilihan yang tepat jika kalian ingin  menikmati suasana sejuk dan segar daerah malang, terlebih lagi perjalanan menuju Pantai Sendang Biru bakalan disuguhkan pemandangan yang eksotis di kanan - kiri jalan. excited deh pokoknya ^^

Dari  Kota Malang menuju Pantai Sendang Biru membutuhkan waktu sekitar 2jam dengan menggunakan sepeda motor. Setelah sampai di Pantai Sendang Biru kami mencari sarapan sebari melihat situasi dan mencari informasi bagaimana caranya menyebrang ke pulau sempu. Oh yah tiket restribusi masuk ke Pantai Sendang Biru ini sebesar 5rb/orang. Berhubung masih terlalu pagi, belum ada wisatawan yang datang apalagi menyebrang ke pulau sempu, yang ada hanya kapal-kapal nelayan yang bersandar di tepian pantai.

Sekitar pukul 08.00 pagi barulah kami melihat aktifitas penyebrangan kapal menuju pulau sempu, kamipun bergegas mencari wisatawan yang hendak menyebrang, tujuannya sih untuk mengajak sharecost perahu biar tidak terlalu mahal hihihi. Setelah beberapa menit mencari, kamipun berhasil mendapatkan 1 keluarga asal jember yang bersedia menampung kami untuk sharecost perahu, bergegas lah kami ke kantor perhutani yang menjadi tempat 'perijinan' masuk ke pulau sempu, kalau bisa dibilang sih ini ijin ilegal, karena pulau sempu termasuk cagar alam yang dilindungi dan tidak sembarang orang bisa masuk ke pulau tersebut, hebatnya lagi pihak perhutani mengambil keuntungan dengan ijin ilegal ini. everything is all about money guys, cmiiwww...

Setelah di beritahukan beberapa penjelasan panjang lebar oleh pihak perhutani di sebuah ruangan, tanpa panjang lebar lagi saya keluarin uang 20rb, seakan mengerti maksudnya pihak perhutanipun langsung mengeluarkan lembaran kertas kecil yang harus di isi oleh kami, bukan surat ijin masuk tetapi lebih mirip sebuah lembaran data identitas pengunjung.

Oh yah, kalau mau menyebrang ke pulau sempu wajib mendaftarkan diri dulu, biasanya sang nahkoda enggan mengantarkan kalau belum melapor ke perhutani hehehe.
 
Beres melapor ke pihak perhutani kamipun bergegas menuju perahu yang sudah di tunggu oleh teman sharecost tadi, tapi sebelumnya kami menyewa sepatu karet yang disewakan oleh warga, karena saat itu sedang musim hujan dan bisa di pastikan jalur treking bakalan basah dan berlumpur, jadi sayangkan kalau sepatu kesayangan jadi musti masuk lumpur hihihih, harga sepatu karet ini cuman 10rb kok eh btw Yukkkk lets goo...
 
Btw, Nih Penampakan sepatu yang sudah di pake treking

Otw Pulau Sempu
15 menit menyebrang kamipun tiba di pos/tempat singgah yang sudah tak berpenghuni bahkan bisa dikatakan sebagai tempat menunggunya para penumpang yang hendak balik lagi ke Pantai Sendang Biru hihihi, namun sangat disayangkan banyak tulisan vandalisme yang menghiasi dinding2 kotor nan kumuh tersebut.. deuh..

Tiba di Pulau Sempu
Oke petualanganpun di mulai, untuk yang pertama kali menuju pulau sempu di sarankan menyewa tour guide karena treking di pulau sempu ini tidak bisa di anggap enteng, banyak sekali jalur bercabang dan jalur yang tertutup pohon tumbang, tidak adanya papan petunjuk membuat jalur menuju segara anakan semakin sulit untuk ditebak oleh para pemula seperti kami, dengan alasan-alasan tersebutlah kami menyewa seorang tour guide untuk rombongan kami.

Keputusan yang cukup tepat untuk menyewa tour guide, fakta dilapanganpun memang jalur di pulau sempu ini sulit di tebak, bermain dengan feelingpun rasanya fifty - fifty,  karena sering terjadi orang tersesat di pulau sempu karena mengaku dirinya sudah berpengalaman, jadi tetap di butuhkan safety gays..

Treking menuju Segara Anakan ini di butuhkan waktu sekitar 1 -2 jam perjalanan, jika sedang musim hujan seperti ini gunakan sepatu treking agar memudahkan kalian saat menginjak permukaan tanah yang basah. Vegetasi di pulau sempu ini sangat rapat jadi sengatan matahari bisa terurai sebelum menembus kepala, saya pribadi sih sangat menikmati treking di pulau sempu ini, namun ada satu hal yang membuat saya gusar yaitunya masih terlihatnya sampah2 plastik bekas pengunjung, sampah inilah yang menciderai maupun melukai keindahan pulau sempu. huftttttt :(

Trekking menuju Segara Anakan
Otw Segara Anakan
Setelah 1,5 jam perjalanan akhirnya kami sampai di sebuah laguna yang cantik bernama Segara Anakan, terlihat sekali jernih airnya dengan gradasi warna kehijauan, banyak ikan2 kecil yang bekumpul di pinggiran laguna membuat kami ingin segera berenang menghampirinya, tebing-tebing  nan indah yang mengelilingi segara anakan inipun layaknya sebuah benteng yang menjaga segara anakan dari hempasan ombak pantai selatan. Pasir putihnya pun sangat lembut mirip bedak, namun pemandangan yang indah ini lagi-lagi tercemar oleh banyaknya sampah yang di tinggalkan wisatawan, terlebih di segara anakan ini banyak sekali orang yang camping, hal itu akan menambah jumlah presentasi sampah yang ditinggalkan semakin meningkat. ppiiiuufftttt...

Pasir Putih Di Segara Anakan
Segara Anakan ini terbentuk karena air laut yang masuk melalui celah-celah lubang dan akhirnya masuk ke Segara Anakan, ombak yang masuk melalui celah tersebutpun menjadi pemandangan yang eksotis yang bisa di lihat langsung di segara anakan.
Bermain di Segara Anakan
Segara Anakan ini menjadi ikon yang paling banyak di kunjungi di pulau sempu, kalau kata orang2 sih segara anakan ini miniaturnya phi-phi island yang ada di thailand, namun aslinya sih tempat ini memang sangat eksotis dan sangat cocok menjadi salah satu tempat terindah di indonesia, terlepas dari banyaknya sampah yang berserakan yah hihihihihi. Namun saya tegaskan sekali lagi, pulau sempu itu tempat konservasi SDA bukan tempat wisata yang bisa di kotori seenaknya, ada baiknya jika kamu tetap kekeuh ke pulau sempu kamu HARUS bawa balik sampahmu, dan bijaklah kepada alam jangan mengotori apalagi merusak, Karena alampun hidup, bergerak dan merasa.

Jernihnya Air Segara Anakan Pulau Sempu


Selain bermain air di Segara Anakan ini kalian bisa menaiki karang dan menikmati ombak bersama luasnya samudera hindia, cmiwww.

Di atas Karang Pulau Sempu
Setelah puas bermain air di surga yang tersembunyi ini, sekitar pukul 02.00 siang kamipun bergegas kembali ke pantai sendang biru, namun sesuai janji saya, saya akan memungut sampah setidaknya mengurangi luka pulau sempu ini. *anjirrlebay *plakk *byee

Awas Pencitraan :P

Pas perjalanan pulang sebari mungut sampah entah kenapa temen saya jalannya kenceng amat setelah saya bilang di pulau sempu ini masih ada macan kumbang dan ular berbis, The Power Of Panik...
*Eh Serius loh di pulau sempu masih banyak hewan buas karena statusnya Cagar Alam bukan tempat wisata, coba deh baca embah google, jadi tetap hati2 yah gaes kalau mau kesana, ikuti jalur yang ada. #tongmaceuh
Pengeluaran 

Sewa Perahu P.Sendang Biru - P.Sempu (P.P) = 100rb/8 orang = 12.5rb/orang
Perijinan Ilegal = 20rb/4orang = 5rb/orang
Sewa Sepatu = 10rb
Sewa Tour Guide = 100rb/8orang = 12.5/orang
Tiket Masuk P.Sendang biru= 5rb

Maafkan aku sempu yang sudah mencumbui alammu, kamu tetap eksotis walau banyak manusia yang melukaimu. Semoga kamu tetap terjaga dan lestari seperti sedia kala.

HARAP BACA : P.Sempu Bukan Tempat Wisata, Segala Resiko yang terjadi di tanggung sendiri gaysss.. Selamat berlibur ^^.



Ayye Arifin

We Are Crazy ^_^

1 comment:

  1. Masih anget ini ya mas tripnya, membacanya saya lebih concern ke sampahnya :(
    But dengan orang" yg sadar dan mau jadi relawan akan sampah seperti mas rif dkk jadi senang bacanya.
    Btw jadi inget dahulu, sedikit cerita ya mas. Hehee
    Pantai didekat kampung saya, tegal tepatnya. Walaupun punya pasir hitam dan air keruh, tapi panorama dan pohon pinus dibibir pantai jadi primadona masyarakat.
    Dahulu th 2000-2005an (saya di bangku sd) saya suka ke pantai namanya muarareja mas, ngomongin soal sampah waktu itu di bibir pantai jarak 5 m ngga ada sampah plastik dll, bahkan yg ada cuman ranting atau kayu.
    Saya masih ingat persis mas rif, dibebatuan pemecah ombak ada ikan dengan corak biru silver seukuran ibu jari bisa dibilang termasuk ikan hias.
    Dan sekitar tahun 2005-08 saya ke pantai yg sama padahal masih minim pengunjung ngga seperti akhir" th ini sampah plastik dsb sudah lumayan banyak tiap meter.
    jadi saya beranggapan sampah" tersebut terbawa arus dari kali yg membawa sampah, semakin banyaknya konsumtif bahan" yg susah terurai lalu dibuang kekali mas :(

    Saya bersyukur sekali pernah mengalami jaman itu, bikin saya tambah sadar everything has an impact :')

    ReplyDelete