Curug Citambur, Curug Tertinggi Di Cianjur

Tempat wisata di bandung? jangan di tanya deh pasti banyak banget kan, apalagi wisata curug/air terjunnya, secara bandung itu dikelilingi oleh gunung-gunung yang kece hihiihi, tapi kali ini kami bakalan menikmati curug/air terjun di kota tetangga, Cianjur tepatnya, selain terkenal dengan manisan, taucho dan mochinya, Cianjur ini juga memiliki banyak destinasi wisata loh, salah satunya Curug Citambur yang berlokasi di Desa Karang Jaya, Kec. Pasir Kuda, Cianjur Selatan.


Kami berangkat dari Bandung sekitar pukul 7.30 pagi menggunakan sepeda motor kesayangan, bermodalkan google maps yang langsung kami calculating menuju curug citambur, ternyata jalur tercepat untuk menuju curug citambur ini adalah melewati Ciwidey, tanpa basa-basi kamipun memacu kendaraan menuju ciwidey. dan sesampainya di daerah ciwidey gue terlalu asik mengendarai sepeda motor kesayangan, alhasil kebablasan sudah masuk ke daerah kabupaten cianjur selatan, wattdeeefak.. akhirnya google maps mengkalkulasi ulang walaupun kami salah jalan dan kamipun mencoba mengikuti rute baru yang di tunjukan oleh google maps, kami diarahkan masuk ke daerah kawasan perkebunan yang tak ada seorangpun lewat hahaha, mulai gak beres nih sebenernya, karena kami penikmat perjalanan akhirnya selfie dulu wkwkkw.

Jalan Nyasar
Singkat cerita jalan yang kami lalui itu buntu dan mentok di sebuah perkampungan milik PT.Perkebunan Nusantara, bahkan google maps pun kebingungan hahay nah loh gue ajak nyasar hiihihi, kamipun mencoba bertanya kepada warga sekitar dan menannyakan lokasi curug citambur, menurut warga sekitar jalan yang benar seharusnya pada saat di rancabali kita belok kanan menuju arah pabrik teh sinumbra, dan dari situ tinggal mengikuti jalan utama untuk menuju curug citambur. akhirnya kamipun kembali menuju rancabali ciwidey, pokoknya nikmati saja perjalanannya walaupun nyasar, palingan jadi lama sampai ke tempat tujuannya hiihihi.

Jam menunujukan pukul 10 pagi, setelah melewati rancabali dan belok ke perkebunan teh sinumbra kamipun tiba disebuah perkampungan, gue yang sedari tadi kebelet pengen buang air kecil akhirnya mencari mesjid di sekitar perkampungan tersebut, setiap kali gue main ke daerah ciwidey & sekitarnya menggunakan sepeda motor pasti pengen buang air kecil karena suhunya yang bikin badan goyang2 dengan sendirinya brrrrr... oh yah, kami menyempatkan membeli bakso ikan terlebih dahulu di dekat sekolahan, banyak sekali yang membeli terlebih mayoritas adalah anak-anak sekolah hahaha (ceritanya kami nyempil). dan setelah kami membeli bakso ikan seharga 3rebu isi 3, gue nyesel banget karena cuman beli 3rebu karena sumpahh ini bakso ikan paling enak yang pernah gue makan walaupun harganya merakyat !! sudah gue putuskan pulang dari curug citambur untuk membeli kembali bakso ikan tersebut, titik !!

Melewati beberapa perkebunan dan perkampungan yang sepi akhirnya kamipun hampir sampai di curug citambur, namun di tengah perjalanan sedang ada pengecoran/perbaikan jalan yang menyebabkan kami di paksa berhenti oleh beberapa warga, "katanya" sepeda motor biar warga sekitar saja yang bawa (alias di jokiin) melewati jalan kecil dipinggir cor-an namun lebih mirip selokan kecil sihh, awalnya kami pikir "wah, baik sekali warga sini mau bantuin pengendara yang akan melintasi" tapi di ujung jalan sana saat kami akan mengambil sepeda motor yang telah di joki oleh warga sekitar tiba-tiba kami di minta bayaran !! uang !! iya uang !! layaknya preman yang sedang memeras korban, kami di paksa membayar 10rb !! padahal tidak ada pemberitahuan apapun sebelum warga sekitar memaksa mengjokikan motor kami, citra baik yang telah gue tanam tentang warga sekitarpun hilang seketika, tak mau berlama-lama gue pun membayar dan bergegas menuju curug citambur.

Hell Yeahhh..sekitar pukul 11.00 siang akhirnya kami sampai di curug citambur, dengan tiket masuk sebesar 7rb rupiah/org, untuk mencapai lokasi parkir motor/mobil kami harus melewati jalan bebatuan sekitar 100meter, tiba di parkiran nampak hanya ada 2 motor yang terparkir dan tidak ada sama sekali mobil. warung-warung yang berada di parkiranpun hanya ada 1 saja yang buka, entah kenapa sepi padahal saat itu sedang weekend.. damn !!

Taman Curug Citambur
Curug Citambur yang sudah terlihat

Jarak dari parkiran motor menuju curug citambur sebenernya tidak terlalu jauh, bahkan dari parkiranpun kita sudah bisa melihat curug citambur dengan megahnnya. kamipun berjalan mendekati curug citambur, dari kejauhan cipratan air sudah bisa terasa namun saat kami semakin dekat dan sampai di depan curug citambur kami disambut oleh cipratan air bak layaknya hujan gerimis, baju langsung basah, hapepun juga basah, buahahahahha menyenangkan sekali kena cipratan air yang begitu syegarrr..
Kesyegaran
          
Curug Citambur
Curug Citambur ini memiliki ketinggian kurang lebih 100meter, jadi tidak mungkin untuk bisa duduk tepat dibawah jatuhnya air di curug citambur hahahaa terkecuali kalau debit air yang jatuh hanya beberapa tetes LOL. Di curug citambur ini sudah tersedia 2 saung besar untuk para wisatawan yang ingin menikmati pemandangan curug dengan santai tanpa harus kena basah, namun sebelum masuk saung tersebut terdapat papan yang tertulis "2000/orang", mungkin maksudnya setiap masuk saung tersebut kita harus membayar 2rb, tapi waktu itu sedang sepi banget bahkan pengelola curug tidak terlihat sama sekali.

Puas dengan cipratan air kamipun mencoba turun kebawah untuk melihat curug citambur ini dari view yang berbeda.
Hati-Hati yah turunya ^^
Dari bawah sini sebenernya viewnya lebih keceh, kita bisa melihat kabut tipis yang menyemuti curug. selain itu banyak burung2 yang menari berterbangan di sekitar kabut tersebut. nature banget lah pokoknya...

Curug Citambur

Curug Citambur (taken from hp)
Hati-hati saat bermain ataupun sedang mencari spot untuk berfoto, karena di curug citambur masih minim papan peringatan untuk pengunjung ditambah pada saat kami kesana tidak ada pengelola yang menjaga di area curug citambur. so be careful guys...

Sekitar pukul 13.00 kamipun kembali ke bandung, awalnya mau nekat saja lewat jalur cianjur kota (rada jauh) cuman buat ngehindarin preman sepuluh ribu, tapi dengan berat hati kami harus lewat situ lagi karena cuaca yang sepertinya akan turun hujaann... huuuuuhhhhhhhhhhhh >.<

Tiket Masuk Curug Citambur : 7rb
Parkir Motor Curug Citambur : 2rb
Rute tercepat untuk menuju Curug Citambur dari Bandung : Bandung - Soreng - Ciwidey - Rancabali - Perkebunan Teh Sinumbra (Cipelah) - Karangjaya - Curug Citambur
Overall, curug citambur ini sangat cocok untuk melepaskan penat setelah seminggu dihantam rutinitas yang membosankan.
Dan dimanapun liburan kalian jangan pernah bosan untuk membuang sampah pada tempatnya yah guys.. hihiihi selamat berlibur ^^


Ayye Arifin

We Are Crazy ^_^

8 comments:

  1. asyik curugnya...masih sepi dan ada jalur trekkingnya :D
    Keasyikannya rusak gara-gara preman 10ribu :D

    Dulu pernah camping di daerah rancaupas...tempatnya bener2 adem :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. awalnya ngenes sih , tapi setelah ketemu curug gairah jadi nambah lagi.. wiiiwww.

      ciwidey gitu loh :)

      Delete
  2. memang biasa kalo ke curug bukan di hari libur panjang biasanya biasanya pengelolanya oga ogajan jaganya... hha

    ini ngelewatin kawah putih gitu kak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini pas weekend , tpi sepi pengunjung, ayo berwisata ke citambur ^^


      iya kawah putih trus ke rancabali nanti belok kanan, tinggal ikutin jalur deh ^^

      Delete
  3. wah cakep ya jalanan trekingnya. cantik menawan gt.

    semoga di lain kesempatan bisa ke sini.

    salam kenal ya , Mba. biar lebih akrab. monggo kunjung blog saya

    ReplyDelete
  4. Untuk mobil..jaalan di kesana terutama cipelah udh bagus belum? Dari blog orang 2014 masih parah rusak..ditunggu info nya yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. waktu kemaren (2016) ane kesana, jalannya udah di cor tapi belum sepenuhnya (tinggal dikit lagi sampe ke curug citambur), tapi sepertinya 2017 sudah mulus kak jalannya (kalau proyek pengecoran jalannya gak berhenti).

      Delete