Losmen Bu Djono penginapan di dieng yang luar biasa


Banyak pilihan hotel/penginapan saat kalian hendak berwisata ke Dataran Tinggi Dieng, namun ada satu penginapan yang menurut kami fasilitasnya biasa saja namun kualitas pelayanannya luar biasa. Losmen Bu Djono !! Yups..pasti tau dong atau seenggaknya pernah denger nama losmen tersebut? Losmen Legendaris yang berada di dataran tinggi dieng ini merupakan penginapan yang memiliki rate sangat tinggi di salah satu website travel yang sangat populer di dunia.


Beralamat  di Jl. Raya Dieng KM 27, Dieng . Losmen Bu djono merupakan losmen/penginapan pertama yang ada di Dieng, Didirikan tahun 1967 oleh Raden Soedjono Wiyro Dihardjo dan masih bertahan dengan design arsitektur bangunan yang terkesan “biasa saja” menurut gue.

Apa yang spesial dari Losmen Bu Djono??

Ini pengalaman kami saat menginap di Losmen Bu djono,
Saat dari Wonosobo hendak menuju dieng kami menaiki salah satu angkutan umum (ELF) dan kami duduk di bagian paling depan, kami meminta untuk di turunkan di Losmen Bu Djono, ternyata si supir ELF tidak asing dengan nama Losmen Bu Djono, karena saking terkenalnya banyak supir ELF yang memang merekomendasikan penginapan Losmen Bu Djono untuk menjadi pilihan bermalam bagi para traveler.

Kami yakin si supir ELF ngomong begitu tanpa ada paksaan ataupun bayaran dari pihak Losmen Bu Djono, Pasalnya pemilik awal Losmen Bu Djono ini merupakan salah satu perintis wisata dataran tinggi dieng, tentu ada lingkaran yang saling menguntungkan antara Losmen Bu Djono dan Warga disekitar dieng.

Sekitar pukul 07.30 pagi kami sampai di depan Losmen Bu djono, Sekilas penampilan losmen bu djono ini seperti penginapan kelas ekonomi biasa pada umumnya. Pagi itu tampak mas aman sedang membersihkan halaman depan (mas aman merupakan keturunan yang mewariskan usaha bu djono), kami langsung di sambut penuh mesra pagi itu. tanpa menunggu lama kami di ajak masuk ke dalam dan ngobrol ngalor ngidul sebagai tanda salam perkenalan. kamipun langsung cek-in jam 8 pagi, disini tidak menggunakan persyaratan cek-in musti jam 13.00 seperti hotel/penginapan di kota pada umumnya.  ada berbagai jenis kamar yang da di losmen bu djono, mulai dari kamar yang se-alakadarnya hingga kamar yang memiliki fasilitas seperti tv, dll. Kami memilih kamar dengan harga yang 100rb dengan fasilitas 2 kasur, ada sih sebenernya yang lebih murah dengan harga 75rb dengan fasilitas 1 kasur.

Mas aman ini orangnya ramah banget, tiada henti memberikan senyuman kepada kami,  walaupun kami cuman menginap sehari tapi pelayanannya luar biasa, beliaupun memberi tahu spot-spot wisata keren yang ada didataran tinggi dieng ini. yeaahhh !!
Senyumnya mas aman bisa melelehkan eskrim pedelpop hahaha
Pernah suatu ketika si novi tiba-tiba sakit, entah kedinginan ataupun emang kondisinya lagi kurang fit, awalnya sih cuman meriang saja tapi lama kelamaan dia makin mengginggil hebat dan muntah-muntah, gue di bantu orang-orang losmen bu djono merawat si novi, mereka sangat perhatiaan sekali kepada kami, sampe mereka menganggap kami seperti keluarga sendiri, padahal waktu itu tamu di restoran sedang rame-ramenya, walaupun mungkin uang yang berikan oleh tamu-tamu tersebut jauh lebih besar bahkan gak sebanding dengan kami, tapi alhamdulillah berkat bantuan dan keharmonisan orang-orang losmen bu djono, si novi akhirnya bisa sembuh. mungkin kami gak bisa membalas kebaikan jasa mereka dengan materi, tapi semoga Tuhan selalu melindungi orang-orang baik seperti mereka. dan disini gue belajar banyak hal dari mereka, bahwa uang gak akan bisa membeli hati yang tulus !!

Restaurant Bu Djono
Oh yah, losmen Bu djono memiliki 3 lantai, lantai pertama di sulap menjadi sebuah restoran kecil nan sederhana, lantai kedua dan ketiga tentu menjadi kamar-kamar bagi para pengunjung yang hendak menginap. walaupun ruangan di lantai 2 dan 3 hanya di bangun menggunakan kayu-kayu tua dan terkesan "ndeso", tapi jangan salah, di losmen bu djono ini yang nginep isinya bule-bule loh, luarrr biasa lah pokoknya mah !! selain itu rasa makanan di restoran bu djono ini sangat enak sekali, kalau bisa di bilang masakan mereka menyesuaikan dengan lidah orang luar, terbukti dengan ramenya bule-bule yang selalu memadati kursi-kursi restoran dari pagi hingga malam. yang paling terpenting adalah harganya tidak di getok, masih harga kelas warteg hihihi.
Pemandangan Lantai 2 Losmen Bu djono
Jadi kapan kalian berwisata ke Dieng??










Ayye Arifin

We Are Crazy ^_^

2 comments:

  1. orang2 di dieng itu memang ramah2 bangettttt.. pas kesana 2013 lalu, kita sempet keabisan air panas utk susu si kecil, tapi pas minta di indomart, ternyata ga ada juga.. cuma kasirnya lgs bilang dia bakal pulang ke kosnya dulu utk ambil air panas buat kita... kasian ama si bayi katanya.. itu bener2 terharu bgt kitanya..

    pas di penginapan yg kita pilih, juga pemilknya ramah.. kita dimasakin kentang, pdhl itu ga termasuk di harga kamar loh.. tp dia ga mau minta tambahan uang.. malah pulangnya kita dibawain cabe dieng ama kentang... sumpah dieng itu bner2 ngangenin banget..

    ReplyDelete
  2. recomendasi banget di losmen bu djono,orang2 nya ramah dan nyaman ..berasa tinggal di rumah sendiri,,masakan nya juga enak dan harga standar..pokonya love banget sama dieng ....

    ReplyDelete