Melihat Telaga Warna di Batu Ratapan Angin Dieng


Melihat Telaga Warna di Batu Pandang atau yang biasa di sebut dengan Batu Ratapan Angin..
yupss,, setelah puas melihat golden sunrise di Bukit Sikunir, akhirnya kami memutuskan untuk ke batu ratapan angin, selain lokasinya yang searah menuju penginapan, Batu Ratapan Angin ini pun gak boleh terlewatkan saat kalian sedang berada di dataran tinggi dieng yakk. gak jauh2 amat dari Kawah Sikidang kok, batu ratapan angin ini lokasinya bersebelahan dengan Telaga Warna yang terkenal itu. hehehe
Telaga Warna
Tadinya sih kami mau masuk juga ke Telaga Warna (karena udh masuk daftar destinasi), tpi ternyata tiket masuknya terpisah dengan Batu Pandang/Batu Ratapan Angin, nguahahha. akhirnya kami alihkan tiket masuk Telaga Warna buat beli Mie Ongklok (makanan khas Wonosobo). *jangan berharap banyak sama orang seperti gue nanti bisa baper ngihihiihihihihi..  

Karena pintu masuk Batu Ratapan Angin tepat di samping Dieng Plateau Theater, jadi mau gak mau kami mampir dulu ke situ. Tapi sialnya pas kami sampai disana pintu theater masih tertutup dan kami gak ngelihat ada kehidupan sedikitpun, menurut informasi sih bukanya jam 8 pagi, tpi jam tangan sudah menunjukan pukul setegah 9 pagi, *apakah jam tangan gue yang baper pllaaakkkk 
Sekedar info saja Dieng Plateau Theater ini adalah sebuah theater yang memutarkan film dokumenter yang menjelaskan sejarah dan kehidupan di dataran tinggi dieng. Patut di coba !!
Dieng Plateau Theater
Karena gagal masuk ke Dieng Plateau Theater akhirnya kami cuman bisa foto2 diluarnya saja, sebagai rasa pengobat kekecewan guepun mengambil sapu untuk menculik permaysuri yang lagi piknik.. nguahhahaa 
Menculik Permaysuri .. hahhaa
Gue jatuh cinta sama dataran tinggi dieng ini, banyak tempat yang cocok untuk merelaxasikan otak gue dari kejenuhan aktifitas nguli.... Diam sejenak di depan teras Dieng Plateau Theater dan melihat hamparan bukit yang sekaligus menjadi ladang perkebunan masyarakat dieng, rasanya begitu damai, tidak ada sama sekali suara kegaduhan manusia, yang ada hanya suara burung2 sedang "bernyanyi" dengan merdunya ditambah matahari pagi yang menghangatkan tubuh disela-sela dinginnya Dataran Tinggi dieng. sungguh luar biasa Nikmat-Mu ya Allah.  "Maka, nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang kamu dustakan?"
Pemandangan dari teras Dieng Plateau Theater
Setelah mendapatkan mood boster yang sangat luar biasa, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Batu Ratapan Angin, kurang lebih 50meter mendaki melewati perkebunan yang di kelola oleh warga, kami pun melihat pos Batu Ratapan Angin. Dari kejauhan sih tidak ada siapa2, tapi pas mendekat tiba2 seorang bapa2 yang keliahatan baru bangun tidur langsung bergegas mendekati kami dengan sempoyongan. tadinya gue pikir tidak ada yang menjaga nguhahaha *berharapgeratis
Untuk tiket masukanya sendiri kalau gak salah 5rb/org. *kiraingeratis 
Liar !!
Saat mendaki menuju Batu Pandang atau Batu Ratapan Angin, selain melewati perkebunan kol milik warga, disini juga banyak sekali tumbuhan cabe liar menyelimuti perjalanan kami, *jadi pengen indomie pake cabe hihihi nyamm nyaamm..
Jalan Menuju Batu Ratapan Angin Dieng
Finally sampe juga di Batu Pandang atau Batu Ratapan Angin, sebenarnya  Batu Ratapan Angin itu batu besar yang menjulang tinggi (yang bisa di panjat), waktu itu gue gak naik ke atas, karena ragu kalau itu adalah batu pandang, karena tidak ada kehidupan sama sekali akhirnya kamipun mengurungkan niat untuk naik ke atas batu.... *sorry
Pemandangan Batu Ratapan Angin
Tapi, pemandangan di sekitar Batu Pandang atau Batu Ratapan Angin ini benar2 luar biasa.. kita bisa melihat telaga warna dari atas sini. sungguh damai sekali suasananya *Baper
oh yah warna dari telaga warna ini adalah hijau toska dan coklat, pantulan cahaya matahari membuat telaga warna begitu eksotis dan menggoda siapa saja untuk menikmatinya.
Batu Ratapan Angin ini The best view deh untuk lihat Telaga warna dan sekitarnya.
Nikmat Tuhan Yang Sungguh Luar Biasa (Batu Ratapan Angin)
Setelah puas menikmati suasana yang membuat tubuh dan pikiran relax kembali, akhirnya kamipun kembali turun untuk melanjutkan destinasi selanjutnya..
sesampainya di tempat parkir, motor yang kami sewa di penginapan terlihat menyendiri tidak ada yang menemani, bahkan tukang parkirpun tidak ada, akhirnya kami melanjutkan destinasi selanjutnya ..... letss gooo..


Jangan Buang Sampah Sembarangan yah guys ....

>> Baca Wisata Dieng Lainnya Disini <<























Ayye Arifin

We Are Crazy ^_^

16 comments:

  1. di dieng emang paling mantab dah... deket

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantap apalagi musim kemarau gan ... brrrr.. tembus -2derajat gan waktu itu

      Delete
  2. Foto2 nya keren, pembahasannya lengkap. nice info

    ReplyDelete
  3. Cabe sama kol nya boleh dipetik ga kak? :P
    Pemandangannya indah, sejauh mata memandang tidak ada gedung gedung tinggi seperti disini hoohoo

    ReplyDelete
    Replies
    1. siapa yang bawa pulang cabenya hayohh?? haha
      betul banget neng :) tentram , adem rasanya hati ini ketika melihat neng .. *ehhhh

      Delete
  4. wah keren gan tempatnya, taun lalu ane pengen kesana, sampe sekarang belom kesampean.. masih nyoba explore2 tempat lain :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga cepet kesampean gan. dieng punya acara tahunan loh gan (pertengahan tahun). kali aja berminat dan makin menggebu untuk kesana hehehhe

      Delete
  5. Dieng, pengen banget kesini. Oh iya, pemutaran film dokumenter di dieng plateau theater itu setiap hari ada ya mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mba siapin jadwalnya mba :)
      Dieng Plateau Theater buka setiap hari dari pukul 08.00 - 17.00 mba ..
      *selamatberlibur

      Delete
  6. anjir mantep banget pemandangan.a, pengen juga jadinya liburan ke sana.

    ReplyDelete
  7. dieng emang seru apalagi kalo pas ada acara festival dieng rambut gimbal itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya jadi rame banget, apalagi pas pelepasan lampionn **kerenn B)

      Delete